

Pesawat Bf 109 sedikit lebih unggul deibandingkan Hawker Hurricane , tetapi kemapuan berimbang dengan Supermarine Spitfire. Kelebihan Bf 109 terletak pada kecepatannya di ketinggian yang tinggi , sementara Spitfire unggul pada ketinggian menengah. Membawa satu kanon 20mm MG FF, peswat ini memiliki kelebihan lain pada sistem injeksi bahan bakarnya, yang memampukannya melakukan manuver Negative-G tanpa membuat arus mesinnya terputus. Namun Keterbatasan kapasitas bahan bakarnya membuatnya hanya mampu bertempur beberapa menit dalam Battle Of Britain. Pesawat Bf 109 tetap menjadi peswat pemburu utama Luftwaffe selama Perang Dunia 2 dan menjadi pesawat terbanyak yang pernah diproduksi sepanjang sejarah, yaitu sekitan 33.000 buah. Tujuh puluh persen diantaranya adalah model BF-109G.
Bf 109 memuat awak hanya 1 orang yaitu pilotnya sendiri, mempunyai berat 2,014 ton, Panjangnya sekitar 8,74m, Tingginya sekitar 3.40m, Rentang sayap panjangnya sekitar 9.86m, Kecepatannya yaitu 578 km/jam, Jarak tempuh 1.094km, Persenjataannya yaitu memiliki 1 Kanon MG FF / 20mm, 4 MG17 senapan mesin 7,92mm, masing masing sayap 2 MG17.