Skip to main content

Kisah Mengharukan Dalam Perang

Pada saat terbang pulang ke Inggris setelah menjalankan misi pengeboman yang mengakibatkan pesawat B-17 nya rusak berat, Brown entah bagaimana ternyata terbang melewati lapangan terbang milik Luftwaffe (AU) Jerman dimana Franz Stigler berdinas.Mengetahui hal itu, komandan dari Stigler segera memerintahkan dia untuk lepas landas untuk memburu dan menembak jatuh pembom B-17 tersebut.Ketika Stigler sampai di dekat B-17, ia tidak bisa mempercayai matanya. Dalam kata-katanya sendiri, dia belum pernah melihat pesawat dalam kondisi seburuk itu. "Bagian ekor dan belakang rusak berat, dan penembak dibelakang juga terluka," katanya. "Hidung pesawat itu hancur dan ada lubang di mana-mana."
Meskipun memiliki amunisi, Stigler bukannya segera menembak jatuh pesawat pembom itu tetapi malah terbang ke sisi B-17 dan menatap Charlie Brown, sang pilot. Brown terlihat gugup dan berjuang keras untuk mengendalikan pesawatnya yang rusak dan bernoda darah.dan hal yang sangat mengejutkan sekaligus menggugah nurani pun terjadi! Stigler lalu mengawal B-17 yang berantakan itu sampai Laut Utara arah ke Inggris. Dia kemudian memberi hormat Charlie Brown dan berpaling, kembali ke Eropa daratan.

Charlie Brown dan sisa-sisa krunya menceritakan semua kejadian di briefing mereka, namun diperintahkan untuk tidak pernah membicarakannya. Brown bertugas di USAF hingga pensiun sebagai Letnan Kolonel pada tahun 1972. Namun, "insiden" tahun 1943 yang dialami Brown terus menghantuinya. Ia bertekad untuk mencari pilot musuh yang telah menyelamatkannya dan krunya. Brown menulis surat ke militer Jerman untuk mencari informasi, tapi hasilnya sangat sedikit kalau mau dibilang tak ada.Tapi akhirnya perjuangannya membuahkan hasil, surat Brown di koran yang menceritakan tentang pencarian mantan pilot Luftwaffe mendapat respon dari Franz Stigler. Ternyata, dia adalah "malaikat" di atas langit Jerman tepat sebelum Natal, 1943.

Usahanya membutuhkan waktu 46 tahun tetapi dia akhirnya berhasil ketika pada tahun 1989, Brown menemukan orang itu. Mereka bertemu di AS pada reuni 379th Bomber Group, bersama dengan 25 orang yang masih hidup sekarang - semua karena Franz Stigler tidak pernah menembakkan senjatanya pada hari itu. Ketika ditanya mengapa dia tidak menembak mereka, Stigler kemudian mengatakan "Aku tidak sampai hati untuk menghabisi orang-orang berani itu"

"Aku terbang di samping mereka untuk waktu yang lama. Mereka berusaha mati-matian untuk pulang dan aku akan membiarkan mereka melakukannya. Aku tidak bisa menembak mereka. Ini akan jadi sama saja seperti penembakan seseorang yang sedang terjun payung."

Stigler berimigrasi ke Kanada dan tinggal dekat Vancouver. Setelah beberapa kali saling berkirim surat, Brown terbang ke sana untuk reuni. Kedua orang itu saling mengunjungi masing-masing beberapa kali dan muncul dipertemuan militer baik Kanada dan Amerika Serikat.

Dalam surat pertama ke Brown, Stigler menulis: "bertahun tahun lamanya aku bertanya-tanya apa yang terjadi pada B-17 dan para kru-nya. Apakah ia berhasil pulang dengan selamat? "

Stigler akhirnya mendapatkan jawaban, mereka ternyata berhasil !

Franz Stigler meninggal pada tanggal 22 Maret 2008. Charles Brown meninggal dunia pada tanggal 24 November 2008.

Popular posts from this blog

15 Agustus 1945

Tanggal 15 Agustus 1945 adalah hari dimana berakhirnya Perang Dunia 2 walau Perang Dunia 2 benar benar berakhir tanggal 2 September 1945 agar mudah dihafal, Awal Perang Dunia 2 adalah 1 September 1939 Dan akhir adalah 2 September 1945. Awal dari kekalahan Jepang adalah Pasukan Jepang terpukul mundur Serta pulau pulau Jepang yang berada di Samudra Pasifik telah ditaklukan oleh pasukan MacArthur. Kekalahan Jepang lebih terasa karena Kapal Yamato Jepang Dihancurkan oleh Amerika Dan kota Tokyo diBombardir oleh Amerika pada tanggal 9 Maret 1945. Pemboman Tokyo adalah Pemboman paling parah dalam sejarah Karena menggunakan Bom Napalm atau bom api, jadi pada tanggal 9 Maret 1945 Tokyo hangus terbakar. Setelah dibombardir pada tanggal 9 Maret, Jepang di Bom lagi oleh Amerika atas perintah Harry S Trumman. Pemboman ini dilakukan sebanyak 2 Hari. Pemboman pertama dilakukan pada tanggal 6 Agustus 1945 di kota Hiroshima Dan 9 Agustus 1945 di kota Nagasaki. Setelah dibombardir oleh Amerika, Jepa...

Tank Kelas Menengah T-34

T-34/85 Model 1943 saat Parade Kemenangan di Moskow. T-34 adalah tank legendaris dari Uni Soviet yang menjadi cikal-bakal tank modern milik Rusia saat ini, karena kelincahan tank ini di medan perang T-34 menjadi tank mematikan di era-nya. Digunakan pada Front-Timur untuk melawan Nazi-Jerman dan Front Asia-Pasifik untuk melawan Jepang di Khalkin Gol. T-34 diproduksi dari tahun 1940 sampai 1958. Total jumlah yang telah diproduksi sekitar 84,000 unit. T-34 adalah Tank paling efisien, efektif, elegan dan memiliki desain paling berpengaruh dalam Perang Dunia 2. Tank ini cukup sulit dilumpuhkan karena desain pelat tubuhnya yang miring dan lapisan bajanya yang cukup tebal, mengakibatkan proyektil meriam Anti-Tank terpental dari tubuh T-34 dan gagal menembus pelat bajanya. Roda-rantainya yang lebar dan bebanya yang ringan memungkinkan T-34 melintasi medan berlumpur dengan mudah, dimana tank-tank berat Jerman tersangkut dan berhenti beroperasi. Begitu ditakutinya T-34, Tenta...

Molotov-Ribbentrop Pact

    Molotov Ribbentrop Pact adalah perjanjian Non-Agresi antara Nazi Jerman dengan Uni Soviet pada tanggal 23 Agustus 1939 di Moskwa. Dengan ditanda tangani oleh menteri luar negeri dari Nazi Jerman yang bernama Joachim Von Ribbentrop, dan dari menteri luar negeri Uni Soviet yang bernama Vyacheslav Molotov. Dengan adanya perjanjian ini, Uni Soviet dan Nazi berdamai dan bersekutu hanya untuk sementara. Pada saat Nazi menyerang Polandia tepat di kota Danzig, Uni Soviet membantu dari arah Timur, maka dari itu penyerangan itu sangat cepat yang bisa kita sebut Blitzkrieg . Selain membantu dalam hal Peperangan, Pakta ini membuat Nazi Jerman dan Uni Soviet saling membantu dalam Perekonomian negara mereka. Karena pada saat itu Adolf Hitler menganut Anti-Semitisme, Hitler menyatakan perang terhadapa Uni Sovyet dan menyerangnya secara diam - diam tanpa sepengetahuan Josef Stalin sebelumnya. Hitler menamai penyerangan itu dengan nama Operasi Barbarossa. Sehingga Pakta ini hanya ber...